Bhabinkamtibmas Menjadi Guru SD

Nganjuk: Polisi juga bisa jadi guru. Itulah yang terlihat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk. Seorang polisi yang sehari-hari menjadi Bhayangkara bina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat mengajar siswa SD.
Bak seorang guru, Bripka Didik Purnawan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ploso tak tampak canggung dihadapan para siswa kelas V SDN Ploso II. Bahkan dengan mengenakan seragam polisi lengkap, Didik terlihat langsung akrab dengan siswa. “Ikut mengajar disekolah itu menyenangkan mas”. Ujar Didik kepada Tribratanews dan Jawa pos radar nganjuk.
Menurutnya, mengajar dikelas menggantikan guru untuk beberapa jam mata pelajaran disekolah itu dapat membuat awet muda.
Polisi berusia 39tahun menerangkan bahwa mengajar dikelas tingkat SD memang gampang-gampang susah. Dibutuhkan ketrampilan khusus. Seperti ketrampilan komunikasi, hingga memahami pola pikir anak dengan Usia SD. “Harus tahu pemikiran anak-anak.” Ujarnya
Kemarin, Didik mengajar siswa berinteraksi. Salah satunya terkait budaya tertib berlalu lintas. Ia memancing dengan memberikan pertanyaan tentang tugas-tugas Polisi?” Ujar Didik.
Banyak siswa terlihat malu-malu menjawab. Namun setelah dipancing, mulai ada yang berani membuka suara. “Menembak penjahat pak, “ujar salah satu siswa. “Menilang pak,”sahut yang lain.
Tak hanya para siswayang senang, ternyata dewan guru pun juga merasa terbantu ketika Didik mengajar di sekolah tersebut. Kepala SDN Ploso II, Ulik Yusminarti menyambut antusias kegiatan yang digagas Polsekkota Nganjuk Polres Nganjuk tersebut. “Siswa kelihatan termotifasi saat dikelas bersama Pak Didik, “ujar Ulik saat ditemui diruangannya. (C1/die)

Guru Honorer Tertipu Calo PNS

8Nganjuk : KJ (39) guru honorer asal Dusun Ngebrugan Desa Drenges Kecamatan Kertosono mendatangi SPKT Polres Nganjuk. Kedatangannya itu untuk melaporkan Kho (42) warga Kelurahan Warungjayeng Kecamatan Tanjunganom yang telah menggelapkan uangnya dengan dalih memasukkan PNS, Kamis (28/4).

Informasi yang dihimpun, kejadian penipuan dan penggelapan itu berawal pada Senin, 01 Juni 2009 sekitar pukul 16.00 WIB silam. Saat itu, pelapor (KJ) bersama kedua temannya, Mam (44) dan SR (38), mendatangi rumah terlapor (Kho).

Sebelumnya, terlapor berjanji kepada pelapor jika bisa memasukkannya menjadi PNS di Nganjuk asal menyerahkan uang pelicin sebesar Rp 50 juta. Kesepakatan pun terjadi hingga pada hari itu, pelapor menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta sebagai uang muka tanda jadi. Selanjutnya, urusan lobi-lobi akan diatur oleh terlapor.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 27 Juli 2009, pelapor mendapat surat panggilan untuk datang ke kantor Departemen Agama RI yang berada di Jakarta. Mendapat surat itu, pelapor langsung berangkat menuju Jakarta. Setelah tiba di sana, pelapor diberi SK pengangkatan CPNS dan disuruh menunggu di rumah karena sewaktu-waktu ada panggilan.

Karena uang pelicin masih kurang, kemudian pada 4 Mei 2010, palapor kembali menyerahkan uang sebesar Rp 48 juta kepada terlapor untuk menambah biaya pengurusan menjadi PNS. Waktu itu, terlapor menyarankan agar pelapor sabar menunggu panggilan, karena SK pengangkatan sudah dipegang.

Ditunggu hingga sekarang, rupanya panggilan yang dijanjikan itu tak kunjung datang. Pelapor berusaha menanyakan kepada terlapor kapan masuk kerja dan diangkat menjadi PNS, namun dijawab suruh menunggu. Lama-lama pelapor merasa jika selama ini ditipu oleh terlapor dan digelapkan uangnya. Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk, AKP Wahab Nuryono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan penipuan dan penggelapan dengan modus masuk CPNS tersebut. “Kasusnya masih kami selidiki, juga terkait keaslian SK yang diberikan tersebut. Sementara pelaku kita tetapkan sebagai buron,” terangnya. (humas team)

Cerita Pilu, Siswi SMP di Nganjuk yang Tinggal di Kandang Kambing

20151229215439 (1)Nganjuk – Siti Zulaikah, 14, siswi kelas VIII MTSN NU Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sehari-hari tinggal dan tidur tidur di bangunan kandang kambing tak berdinding, di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace. Dia tinggal berdua dengan sang ayah, Tukijan, 70, selama bertahun-tahun,karena tidak mampu lagi membangun rumah yang layak huni.

Tukijan, ayah Siti hanya bekerja sebagai buruh tani lepas, sehing20-gamelanga penghasilannya pas-pasan. Bahkan saat Siti masih kecil, saat dia bekerja di sawah, anaknya selalu diajak karena tidak ada yang mengasuhnya. Istrinya sendiri sudah meninggal tujuh tahun lalu.

Lokasi kandang kambing tempat tinggal Siti dan Tukijan berukuran 4 x 4 meter, di sebuah pekarangan di tengah perkampungan warga Desa Gemenggeng. Bangunan yang terbuat dari jalinan bambu dan kayu bekas itu setengah terbuka, karena tidak memiliki dinding. Siti pun sehari-hari tidur, makan dan mengerjakan PR sekolah di atas lincak sekaligus tempat tidurnya bersama sang ayah. Sementara satu bagian sekat lagi, digunakan untuk kandang beberapa ekor kambing ternak titipan tetangga. “Sudah terbiasa seperti ini,” ujar Siti saat diwawancarai.20151229215440 Gigitan nyamuk dan bau kencing kambing sudah menjadi teman siang dan malam. Sementara untuk memasak, Siti membuat tungku dari tatakan batu bata.

Menurut cerita Siti, dahulu sang ayah sebenarnya pernah punya rumah yang sesungguhnya, yang terbuat dari tembok batu-bata. Namun, tiba-tiba diminta oleh keluarga istri karena dibangun di tanah pekarangan mereka.

Salah satu perangkat Desa Gemenggeng yang enggan disebut namanya mengatakan,26-gandir bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengupayakan bantuan melalui aparatur desa untuk diteruskan ke Pemkab Nganjuk. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan. “Hanya bantuan sembako yang rutin setiap bulan,” ujar si perangkat desa. Baru-baru sejumlah anggota DPRD Nganjuk juga mengunjungi rumah Siti, serta menjanjikan akan melakukan prgram bedah rumah. Selebihnya, sampai berita ini ditulis pada 27 april 2016, Siti dan Tukijan masih tinggal dan tidur di bangunan kandang kambing mereka.(ab)

Ayah Muda di Nganjuk Nekat Gantung Diri Usai Makan Siang

Nganjuk – Warga di sekitar Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendadak gempar pada Selasa siang, 26 April 2016. Pasalnya, salah satu tetangga mereka, Sujito, 35, pria muda yang sudah menikah dan punya satu anak, ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumahnya sendiri.
Jenazah Sujito ditemukan menggantung sekitar pukul 13.00 siang. Yang pertama kali melihat jenazah adalah Tuminem, 60, ibu kandung Sujito sendiri. Saat itu, wanita renta itu baru masuk rumah usai membelikan rokok Sujito di warung. “Korban baru makan siang, lalu minta tolong ibunya membelikan rokok di warung,” ulas Paur Humas Polres Nganjuk Iptu Samsul Hadi, usai olah tempat kejadian perkara (TKP).
Betapa terkejutnya Tuminem, setelah melihat putranya sendiri dalam posisi tergantung  dengan leher terlilit tali tampar senar berwarna hijau. “Ibu korban dalam kondisi syok langsung berteriak minta tolong,” ujar Iptu Samsul.
Para tetangga langsung berdatangan setelah mendengar teriakan Tuminem. Mereka ikut terkejut melihat Sujito sudah dalam keadaan tergantung dan tidak bernyawa. “Para tetangga sempat berusaha menolong, tapi sudah keburu meninggal,” lanjut Samsul.
Suasana kampung yang semula sepi dalam sekejap mendadak ramai karena warga berhamburan keluar rumah. Polsek Rejoso juga mendapat laporan kejadian tersebut dan segera mendatangi lokasi. “Kami evakuasi korban dan melakukan tindakan visum dibantu tim identifikasi,” ujar Samsul.
Ketika pertama kali diidentifikasi oleh pihak kepolisian, Sujito bertelanjang dada, memakai celana panjang berwarna hitam dan lidahnya menjulur. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di sekujur tubuh korban. “Jenazah segera kami evakuasi untuk diperiksa tim medis,” imbuh Samsul.
Setelah sekitar satu jam penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi, polisi akhirnya menyimpulkan bahwa Sujito benar-benar tewas karena gantung diri. Adapun dugaan alasan ayah muda itu nekat mennghabisi nyawanya sendiri, yakni karena selama setahun terakhir ditinggal istri dan anaknya tanpa kabar yang jelas. “Korban diduga depresi karena setahun ditinggal istri yang pergi tanpa pamit bersama anak mereka,” urai Samsul.
Adapun kesempatan Sujito sehingga bisa melakukan aksi gantung diri, dengan cara mengecoh ibu kandungnya sendiri, Tuminem. Awalnya, di rumah Sujito makan siang ditemani Suminem. Setelah kenyang, Sujito lalu berlagak meminta tolong sang ibu untuk membelikan rokok di warung, sambil memberi uang. “Dilakukan ketika ibu korban pergi dari rumah untuk membeli rokok,” pungkas Samsul.

Asyik Merekap, Petogel Ditangkap

20160423_105022Tribratanews.net : Slamet alias Keder (45) warga RT 03/RW 04 Lingkungan Pungon Kelurahan Kartoharjo Kecamatan Nganjuk, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsekta Nganjuk. Pasalnya, dia telah diringkus unit Reskrim Polsekta Nganjuk di Jl Gubernur Suryo belakang Gedung Juang 45 dan Pemuda Nganjuk lantaran kedapatan menjual kupon toto gelap (Togel).

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebuah sebuah ponsel, dan uang sebesar Rp 72 ribu sebagai barang bukti. Hingga kini pelaku masih menjalani penyidikan untuk pengembangan kasus.

Ditangkapnya petogel ini berawal saat unit Reskrim Polsekta Nganjuk melakukan patroli rutin untuk memberantas perjudian di wilayah Kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk. Waktu itu, petugas mendapat info jika di belakang Gedung Juang 45 dan Pemuda Nganjuk masih marak judi togel yang meresahkan masyarakat.

Dalam informasi itu juga disebutkan, aktivitas judi togel ini sempat mempengaruhi ibu-ibu rumah tangga dan para pelajar untuk gandrung dengan togel. Bahkan, dengan maraknya judi togel ini, ekonomi warga mulai terganggu. Selain itu, banyak orang malas bekerja karena waktunya dihabiskan untuk memburu kode buntut.

Berdasarkan informasi itu, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dengan menyaru sebagai penombok togel, petugas menelisik warga sekitar. Ternyata benar adanya bahwa di wilayah tersebut marak perjudian togel. Nampak warga membeli kupon penuh harapan tersebut di salah sebuah rumah.

Mendapat keterangan dan kepastian, lantas petugas mendatangi rumah tersebut dan berpura-pura hendak tombok togel. Slamet alias Keder yang saat itu asyik merekap nomor togel, tidak menyangka jika yang datang itu petugas dalam penyamaran. Petugas juga sempat membeli togel.

Akhirnya, Slamet alias Keder dapat ditangkap tanpa melakukan perlawanan, Sabtu (9/4) sekitar pukul 16.30.WIB. Kemudian dia digelandang ke Maposekta Nganjuk bersama barang bukti sebuah ponsel, dan uang sebesar Rp 72 ribu hasil berjualan togel.

Paur Humas Polres Nganjuk, Iptu Samsul Hadi mengatakan saat press release di Mapolsek Kota Nganjuk, Sabtu (23/4), bahwa perjudian adalah salah satu atensi Mabes Polri yang harus diberantas. Sedangkan pelaku yang ditangkap masih menjalani penyidikan untuk pengembangan kasus. “Pelaku diamankan di Mapolsekta Nganjuk sambil menunggu proses hukum lebih lanjut,” terang Samsul.

Ramuan Berbahan Dasar Madu Ini Sembuhkan Kolesterol Dalam Waktu 2 Jam

madu
Madu alami dari lebah hutan, jika dicampur secangkir teh hangat dan bubuk kayu manis, ternyata ampun menyembuhkan belasan penyakit kronis

Nganjuk – Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, para ilmuan kini telah menemukan manfaat besar madu lebah untuk kesehatan. Jika dicampur dengan bubuk atau serbuk kayu manis, dua kombinasi bahan alami itu ternyata ampuh menyembuhkan gangguan kolesterol dalam darah, serta manjur menyembuhkan belasan penyakit ganas lainnya. Dilansir dari Slickmen, berikut daftar jenis-jenis penyakit ganas yang mampu disembuhkan hanya dengan campuran madu dan kayu manis, antara lain :

Kolesterol
Para ilmuwan menemukan bukti ilmiah, bahwa dua sendok makan madu dan tiga sendok teh bubuk kayu manis dicampur, dalam 16 ons air teh yang diberikan kepada penderita kolesterol, terbukti manjur untuk mengurangi tingkat kolesterol dalam darah sebesar 10 persen, dalam waktu dua jam saja!
Seperti yang disebutkan untuk pasien rematik, ketika ramuan alami ini diminum rutin tiga kali sehari, maka kolesterol kronis akan sembuh.

Hati dan jantung
Buatlah selai dari madu dan bubuk kayu manis, oleskan pada roti dan makan secara teratur untuk sarapan. Hal ini bisa mengurangi kolesterol dalam arteri dan menyelamatkan pasien dari serangan jantung.
Juga, mereka yang sudah memiliki serangan, ketika mereka melakukan proses ini setiap hari, mereka bisa terjaga dari serangan berikutnya. Kebiasaan ini juga bisa mengurangi sesak napas dan memperkuat detak jantung.
Di Amerika dan Kanada, berbagai panti jompo telah menerapkan terapi madu dan kayu manis untuk pasien, dan mereka telah sukses membuktikan dan menemukan bahwa madu dan kayu manis bisa membantu memperbaiki arteri dan vena, saat mereka kehilangan fungsinya.

Radang sendi
Pasien arthritis atau radang sendi dapat meminum 2 sendok madu madu dan 1 sendok kecil kayu manis, dengan satu cangkir air panas setiap pagi dan malam hari. Ketika diminum secara teratur, bahkan arthritis kronis dapat disembuhkan.
Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di University Kopenhagen yang melibatkan 200 pasien, ditemukan bahwa ketika para dokter merawat pasien mereka dengan campuran satu sendok makan madu dan setengah sendok teh kayu manis bubuk sebelum sarapan, mereka menemukan bahwa dalam seminggu ada 73 pasien yang benar-benar sembuh dan dalam waktu satu bulan, hampir semua pasien yang tidak bisa berjalan atau bergerak karena arthritis sekarang mulai berjalan tanpa rasa sakit.

Infeksi kandung kemih
Ambil dua sendok bubuk kayu manis dan satu sendok teh madu dalam segelas air hangat dan meminumnya. Hal ini akan membantu menghancurkan kuman dalam kandung kemih.

Masuk angin, batuk, dan sinusitis
Mereka yang menderita masuk angin berat harus meminum satu sendok makan madu dengan 1/4 sendok teh bubuk kayu manis dengan dicampur air hangat setiap hari selama tiga hari. Proses ini akan menyembuhkan batuk yang paling kronis, dingin, dan, membersihkan sinus.

Sakit perut
Madu yang dicampur dengan bubuk kayu manis dapat menyembuhkan sakit perut dan juga membersihkan bisul dari akarnya.

Meningkatkan imunitas tubuh
Penggunaan sehari-hari madu dan bubuk kayu manis memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Para ilmuwan telah menemukan bahwa madu memiliki berbagai vitamin dan zat besi dalam jumlah besar.
Konstan menggunakan madu memperkuat sel-sel darah putih (di mana DNA terkandung di dalamnya) untuk melawan berbagai bakteri dan virus penyebab penyakit.

Gangguan pencernaan
Bubuk kayu manis yang dicampurkan dengan dua sendok makan madu yang dikonsumsi sebelum makanan dapat mengurangi keasaman dari makanan yang dimakan dan membantu proses pencernaan makanan lebih mudah.

Flu dan pilek
Seorang ilmuwan di Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi ‘bahan’ alami yang membunuh kuman influenza dan menyelamatkan pasien dari penyakit flu.

Umur panjang dan awet muda
Teh yang dibuat dengan madu dan bubuk kayu manis, jika diminum secara teratur, akan meringankan terserang penyakit akibat usia tua dan membuat awet muda. Caranya dengan mencampurkan empat sendok madu, satu sendok bubuk kayu manis, dan tiga gelas air teh yang direbus.
Minum 1/4 cangkir, tiga sampai empat kali sehari. Hal ini juga mampu membuat kulit usia tua menjadi lebih segar dan lembut.

Serak atau radang tenggorokan
Ketika tenggorokan memiliki gatal atau yang serak, mengambil satu sendok makan madu dan minum sampai habis bisa membantu memulihkan suara. Ulangi selama tiga jam setiap harinya, sampai tenggorokan merasa lebih baik.

Jerawat
Tiga sendok makan madu dan satu sendok bubuk kayu manis pasta yang dioleskan pada jerawat sebelum tidur dan mencucinya keesokan harinya dengan air hangat akan membantu menghilangkan jerawat. Ketika dilakukan setiap hari selama dua minggu, itu akan membantu menghapus semua jerawat dari akar.

Infeksi kulit
Menerapkan madu dan bubuk kayu manis di bagian kulit yang sama pada bagian yang terkena infeksi akan membantu menyembuhkan eksim, kurap dan segala jenis infeksi kulit.

Berat badan turun
Mengkonsumsi madu dan kayu manis bubuk yang dicampur air hangat setiap hari di pagi hari satu setengah jam sebelum sarapan dan pada saat perut kosong, dan pada malam hari sebelum tidur dapat mengurangi berat bahkan orang untuk yang paling gemuk.
Meminum campuran ini secara teratur juga akan mencegah kemungkinan lemak menumpuk dalam tubuh meskipun orang tersebut makan makanan yang tinggi kalori.

Kanker
Penelitian terbaru di Jepang dan Australia telah mengungkapkan bahwa kanker perut dan tulang telah disembuhkan dengan sukses, menggunakan terapi madu dengan kayu manis.
Pasien yang menderita jenis kanker ini setiap harinya harus mengkonsumsi satu sendok makan madu dengan satu sendok teh bubuk kayu manis tiga kali sehari selama satu bulan.

Kelelahan
Studi terbaru menunjukkan bahwa kandungan madu sangat bermanfaat untuk tubuh. Warga yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis akan terhindar dari rasa lelah yang berlebihan.
Dr Milton, yang telah melakukan penelitian, mengatakan bahwa setengah sendok makan madu yang dicampur dalam segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis akan membantu vitalitas tubuh meningkat.

Bau mulut
Orang dari Amerika Selatan, berkumur dengan satu sendok teh madu dan bubuk kayu manis dicampur dalam air panas, ini adalah hal pertama di pagi hari yang mereka lakukan. Hal ini membuat napas mereka tetap segar sepanjang hari. (ab/berbagai sumber)

Kaca Dipecah Isi Mobil Dikuras Maling  

20160422_195808Nganjuk : Hal tak terduga dialami oleh Khoirul Anam (49) PNS asal RT 001/RW 004 Dusun/Desa Pagerwojo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang.  Mobil Toyota nopol S 727 WE miliknya yang diparkir di tempat parkir UPTD Dikpora Kecamatan Sukomoro, diobok-obok maling, Kamis (21/4) siang sekitar pukul 13.30.WIB.

Akibatnya, korban kehilangan tas warna hitam yanng berisi surat-surat penting dan uang tunai sebesar Rp 30 juta, lantaran dipecah kaca mobilnya. Hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas Polsek Sukomoro.

 Informasi yang dihimpun tribratanews, kejadian ini bermula saat korban (Khoirul Anam) hendak monitoring kegiatan pada Hari Kartini di SDN  Sukomoro III. Sebelumnya, dia mampir dulu ke kantor UPTD Dikpora untuk memarkir mobilnya.

Selanjutnya, korban berjalan kaki menuju SDN Sukomoro III, yang berjarak hanya 50 meter dari tempat mobilnya diparkir. Saat acara monitoring sedang berjalan, korban dihampiri oleh Marjoko (50) PNS asal Desa Candirejo Kecamatan Loceret, yang menayakan pada korban apakah tidak mengunci pintu mobil karena kacanya dalam keadaan terbuka.

Mengetahui hal tersebut korban langsung bergegas untuk keluar acara  menuju tempat parkir dan mendapati pintu mobilnya dalam keadaan pecah. Segeralah korban mencari tas warna hitam yang berisi surat-surat penting dan uang tunai sebesar Rp 30 juta yang ternyata telah raib.

Yakin kaca mobilnya dipecah seseorang dan barang-barangnya diambil, dengan ditemanin oleh Marjoko, kejadian ini oleh korban dilaporkan ke Mapolsek Sukomoro. Mendapat laporan, petugas segera datang untuk melakukan olah TKP, dan meminta keterangan dari para saksi.

Kassubag Humas Polres Nganjuk, AKP Wahab Nuryono membenarkan pihaknya menerima laporan itu. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas Polsek Sukomoro. “Laporan sudah diterima, para saksi sudah dimintai keterangan dan kasusnya masih dalam penyelidikan,” terangnya. (humas team)

Digempur Budaya Impor, Anak-Anak SD di Nganjuk Ini Masih Cinta dan Mahir Musik Gamelan

20-gamelan Kelompok musik gamelan Jawa klasik yang beranggotakan anak-anak usia SD asal Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur

Nganjuk – Ada banyak cara yang bisa dilakukan, untuk terus menghidupkan tradisi lokal di tengah gempuran pesat teknologi era digital. Salah satunya seperti kegiatan seni yang dilakukan anak-anak sekolah dasar (SD), di Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini. Dengan perlengkapan musik tradisional Jawa bernama gamelan yang dimiliki, mereka yang berjumlah sekitar 20 anak secara rutin berlatih mencintai dan mempraktikkan langsung tradisi Jawa karawitan. Setiap hari Minggu, salah satu guru di sekolah ini yang memiliki bakat seni gemelan mengajari anak-anak. “Sejak dahulu selalu ada latihan karawitan rutin. Cukup banyak anak-anak yang bergabung dan suka bermain gamelan di sini,” ujar Agus Wiyanto, salah satu staf di SD setempat yang ikut membantu latihan.
Anak-anak yang rata-rata berusia 9-12 tahun itu dilatih bermain gamelan sambil menembangkan lagu-lagu dolanan khas Jawa yang kini sudah nyaris punah dan bahkan asing di telinga anak-anak kebanyakan, apalagi yang ada di perkotaan. Tak heran, meski masih berusia dini, anak-anak ini bisa membaca titi nada laras slendro dan pelog khas tembang Jawa. “Sudah ada rangkaian titi nada lagunya. Mereka sudah bisa membaca sendiri,” jelasnya.
Menurut Agus, sekolahnya memang sengaja memberikan ruang bagi generasi muda untuk mempraktekkan langsung kesenian Jawa. Apalagi, saat ini sangat susah mengajak anak-anak gemar seni tradisional. Kegiatan karawitan pun disebutnya secara tidak langsung melatih kemampuan mereka untuk bekerja sama. “Kunci utama permainan karawitan adalah ketepatan dan kerja sama. Dengan kerja sama yang baik, permainan cantik, pun sebaliknya. Karenanya, permainan gamelan ini tak hanya sekadar memainkan alat musik tradisional. Tapi ada nilai kerja sama yang dijunjung tinggi,” urai Agus.
Tak hanya sekadar berlatih, anak-anak SD di kaki Gunung Wilis ini juga sudah sering mengikuti pentas pertunjukan di desa-desa, hingga pada acara hari-hari besar seperti Hari Kartini atau peringatan 17 Agustus. Denga begitu, orang-orang termasuk orang tua akan tahu bahwa anak-anak penerus generasi bangsa dari Kabupaten Nganjuk, masih bisa diandalkan untuk melestarikan tradisi leluhur mereka. (****ab)

Ini Informasi Terbaru SIM Keliling dan SAMSAT Keliling di Kabupaten Nganjuk

Nganjuk – Nah, bagi anda warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang punya rencana memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM), tapi belum sempat mendatangi kantor Polres Nganjuk, tidak perlu khawatir. Anda bisa memanfaatkan layanan khusus yang diadakan oleh Satlantas Polres Nganjuk bernama Mobil SIM Keliling. Yaitu, loket layanan secara mobile di beberapa lokasi tertentu di sekitar Kabupaten Nganjuk. 

Menurut keterangan Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Nganjuk Ipda Mulyani, program SIM keliling dikhususkan untuk pelayanan perpanjangan SIM A dan C bagi masyarakat Nganjuk. Yaitu sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan lebih dekat dengan masyarakat, di samping pelayanan di kantor Satlantas Polres Nganjuk yang buka setiap Senin sampai sabtu pada jam kerja.

Warga cukup mendatangi kendaraan layanan SIM keliling terdekat dengan domisili tempat tinggal, lalu mengantre formulir permohonan SIM. Pada formulir ini, peserta wajib mengisi beberapa informasi, mulai dari bio data lengkap dengan tanda tangan.20-sim

Setelah diisi, tinggal menyerahkannya lagi ke petugas dilengkapi dengan lampiran SIM lama, fotocopi SIM, dan KTP. Selebihnya hanya tinggal menunggu giliran untuk dipanggil melakukan proses selanjutnya.

Setelah dipanggil, pemohon diminta untuk melakukan beberapa proses lain, seperti foto, penyamaan informasi dari formulir, pindai ibu jari, juga tanda tangan.Semua proses ini dilakukan di dalam kendaraan layanan SIM keliling

Tapi, memanfaatkan layanan ini buka tanpa keterbatasan. Ternyata, tidak semua layanan perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilayani di sini. Semua layanan harus memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku. “Kalau lebih dari tiga bulan tidak bisa diperpanjang. Harus bikin ulang, caranya sama seperti bikin SIM baru harus ikut proses teori dan praktik di Satlantas Polres Nganjuk,” ujar Mulyani.

Selain harus mengikuti ujian lagi, pemohon SIM baru juga dikenakan biaya Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2010. Adapun proses perpanjangan SIM bisa dilakukan sejak 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis, sampai maksimal 3 bulan setelah tanggal masa berlaku.

Nah, supaya Anda lebih mengerti soal layanan apa yang bisa dimanfaatkan di SIM Keliling, simak pemaparannya berikut ini:

1. Layanan SIM keliling hanya melayani perpanjangan untuk pengendara sepeda motor (SIM C) dan mobil (SIM A).

2. Proses perpanjangan bisa dilakukan sebelum masa habis SIM berlaku dengan tenggang waktu 14 hari.

3. SIM yang masa berlakunya telah habis dapat diproses maksimal dalam kurun waktu tiga bulan terhitung tanggal berlaku habis.

Lalu, kapan jadwal program SIM keliling terbaru di Kabupaten Nganjuk? terkait hal itu, Mulyani mengaku sampai saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan teknis setelah beberapa waktu absen karena ada kendala di mesin dan peralatan. Dalam waktu dekat ini, Satlantas Polres Nganjuk akan merilis jadwal terbaru SIM keliling untuk masyarakat.

SAMSAT Keliling Masih Dibuka Rutin di Halaman Kompleks Pujahito (Terminal Lama)

Sementara itu, program inovatif lainnya selain SIM Keliling adalah SAMSAT Keliling. Melalui program ini,  masyarakat juga mendapat kemudahan mengurus administrasi kendaraan tanpa perlu datang ke Kantor SAMSAT Nganjuk, antara lain untuk perpanjangan STNK. Menurut KBO Satlantas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara, untuk saat ini jadwal SAMSAT Keliling masih digelar secara rutin di halaman Kompleks Pujahito, Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, “Selain itu juga berkeliling ke kecamatan-kecamatan dan desa. Biasanya untuk jadwal kami akan kordinasi dengan kantor desa, RT dan RW untuk diumumkan kepada masyarakat,” terang Rony.

Jadwal SAMSAT Keliling Rutin di Nganjuk :

Hari Senin sampai Jumat, mulai jam 16.30 sore sampai jam 19.00 malam.(***ab)

Pengamanan Demo Warga Putren *Tuntut Kades Mengundurkan Diri * 

Nganjuk : Kepala Desa Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Nidi Basuki  kembali didemo warganya, Kamis (21/4). Warga meminta agar mantan modin desa setempat itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala desa, lantaran sudah banyak ‘dosa’ yang diperbuatnya.

Pantauan tribratanews, ratusan pendemo itu mulai memadati balai desa setempat sejak pukul 09.30.WIB. beberapa spanduk berisi hujatan juga terpasang di pagar dan tembok balai desa.

Pendemo juga membawa replika keranda mayat yang menandakan matinya sistem pemerintahan desa sejak dikendalikan oleh Nidi B20160421_120820asuki. “Dosa Nidi Basuki sudah banyak, selain telah berselingkuh dengan istri pamongnya, dia juga telah makan uang rakyat, untuk itu kami menuntutnya agar mundur dari jabatannya sebagai kepala desa,” ungkap Antoni, koordinator aksi.

Menurutnya, selain diduga menyelingkuhi TWA (48) seorang  bidan yang merupakan istri pamongnya. Masyarakat juga menduga jika pemimpin di desanya ini telah melakukan korupsi terhadap asset desa lantaran tidak adanya keterbukaan.

“Saat diminta untuk menunjukkan dokumen, kades mengaku jika dokumen ditaruhnya di rumah. Tetapi saat kita ke rumahnya, ternyata kades tidak bisa menunjukkan dokumen yang dimaksud, makanya hari ini juga dia harus turun,” tandas Antoni.20160421_095027

Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk, Muspika Sukomoro, perwakilan pembangunan jalan tol dan Inspetorat Kabupaten Nganjuk datang ke balai desa.

Selanjutnya, perwakilan dari pendemo disilakan masuk untuk menyampaikan aspirasinya terkait bukti yang didapatkannya.  Satu persatu para perwakilan pendemo menyampaikan aspirasinya, mulai dari kasus dugaan perselingkuhan, kasus ganti rugi jalan tol, sertifikat program Prona serta dana ADD.

Selain itu, pendemo juga menyoal tanah kas desa, dobel jabatan yang dilakukan Nidi Basuki, serta tidak transparansinya kepala desa tersebut dalam mengelola keuangan desa.

Pertanyaan dari para perwakilan warga ini dijawab oleh para pejabat sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Kemudian, perwakilan warga keluar dari kantor desa dan kembali menggelar orasi. “Setelah bukti-bukti beserta para saksi sudah terpenuhi, kami mohon kepada aparat kepolisian segera menetapkan Nidi Basuki sebagai tersangka korupsi,” tandas salah seorang pendemo.

Suasana kembali memanas ketika warga meminta Nidi Basuki untuk keluar dari persembunyiannya dan bersedia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala desa.

Sementara, Nidi Basuki tetap tidak mau keluar dan memenuhi tuntutan warga, sebab bukti yang dibawa warga dirasa tidak cukup. Akhirnya, warga membubarkan diri dengan kawalan petugas keamanan dari Polres Nganjuk.

“Sampai kapan pun kasus ini tetap kita lanjutkan, sebab kita sudah mengantongi bukti-bukti dari P2T tentang uang pencairan jalan tol. Juga print out SMS dengan bidan selingkuhannya,” tukas Antoni. (Team Humas)